Rabu, 03 Agustus 2011


Nama Dagang:  
Betarhin (Mahakam BF), Cerini (Sanbe), Cetinal (Kalbe Farma), Cetrixal (Sandoz), *Cirrus (UCB Pharma), Estin (Gracia Pharmindo), Falergi (Fahrenheit), Histrine (Ferron), Incidal-OD (Bayer Schering Pharma), Intrizin (Interbat), Lerzin (Ifars), Ozen, (Pharos), Risina (Tempo SP), Rydian (Guardian Ph), Ryvel (Novell Pharma), Ryzen (UCB Pharma), Ryzicor ((Pharmacore), Ryzo (Soho), Tiriz (Lapi)
*komposisi campuran dengan zat lain.

Farmakologi: 
Cetirizine ((±)-[ 2 - [4 - [(4-chlorophenyl) fenilmetil] -1 - piperazinyl] ethoxy asam] asetat) adalah antagonis reseptor H1 dan merupakan antihistamin generasi baru yang kuat sebagai anti alergi tapi potensinya menimbulkan kantuk pada dosis lazim sangat rendah dan hampir tidak mempunyai aktifitas muskarinik.
Seperti golongan anti alergi lainnya, cetirizine bekerja dengan cara memblokir dikeluarkannya histamine yang akan menimbulkan alergi pada tubuh. Gejala-gejala alergi dapat berupa bersin, gatal, mata gatal/berair, atau pilek.

Indikasi: 
Cetirizine diresepkan untuk orang-orang yang menderita gejala alergi seperti bersin, hidung gatal (rhinitis alergi) menahun/musiman, mata gatal dan urtikaria (biduran).
 
Dosis: 
Dewasa dan anak-anak > 12 tahun: sehari 1 tablet (10 mg).

Perhatian:  
Ketika menggunakan cetirizine harus berhati-hati ketika sedang mengemudi atau sedang melakukan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan. Jangan minum alkohol karena dapat meningkatkan efek samping cetirizine. Katakan kepada dokter jika pada saat yang sama sedang menggunakan obat-obatan yang juga menimbulkan kantuk seperti obat flu, alergi lain, analgesik narkotika, obat-obatan golongan psikotropika dan obat-obat relaksan. 

Resiko keamanan cetirizine terhadap sistem reproduksi berdasarkan Food and Administration (FDA) termasuk kategori B, yaitu studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Laman

Unordered List

Sample Text

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

Recent Posts

free counters

Definition List

Text Widget